Site Overlay

10 Tim Lolos Final Perlombaan Aplikasi Maritim TNI AL quot; Maritim Hackathon 2021quot;

Info seputar HK Hari Ini 2020 – 2021.

JAKARTA – Perlombaan kreativitas untuk menciptakan pendapat dan inovasi di bidang maritim sejak TNI AL , Maritime Hackathon 2021 kini memasuki tahap final. Sebanyak 10 tim dengan karya utama lolos ke tahap final setelah melewati tahap penjurian kompetisi yang ketat.

Dalam semifinal Maritime Hackathon 2021 pada 25-26 Maret 2021 lalu, para-para peserta melakukan coding membentuk aplikasi secara live semasa 24 jam. Peserta siap secara online dari seluruh wilayah Indonesia.

Babak semifinal Maritime Hackathon 2021 berjalan dengan benar sengit. Masing-masing tim unjuk gigi untuk membangun aplikasi sandaran demi lolos ke tahap final.

Baca Juga:   89 Tim Bersaing untuk Menghunjam Final Maritime Hackathon 2021

Adapun 10 tim terbaik yang lolos ke tahap final yaitu Ceria, tim mahasiswa Institut Teknologi Telkom Purwokerto; Chi Square, tim Awak Pusat Statistik; DelVeloper, tim mahasiswa Institut Teknologi Del Medan; DroneHackers, tim dronehackerd. id Bandung; dan Garamin, tim mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh November.

Selanjutnya tim finalis asing yaitu Gas Pol, awak Direktorat Jenderal Pajak Departemen Keuangan; GeoLabX, tim ahli asal Bandung; Kojor, tim mahasiswa ITB; Nelayanku, tim mahasiswa Telkom University; serta NSC Tech 1, awak NSC Tech Bekasi.

Baca Juga:   Maksimalkan Potensi Kemaritiman, TNI AL Gelar PPKM

Awak Ceria terpilih jadi finalis setelah menghadirkan aplikasi Terasera. Terasera adalah aplikasi jual beli hasil tangkapan bahar, budidaya perairan, dan olahan kelautan yang dapat diakses melalui website secara online.

Tim Chisquare menghadirkan karya bernama SEAPORT. SEAPORT memaksimalkan potensi big data dengan mengintegrasikan penyatuan dan penganalisisan data crowdsourcing (permasalahan, potensi, dan pencapaian) pada berbagai segi (sosial, ekonomi, dan keamanan nasional) di wilayah pesisir untuk memajukan maritim Indonesia.

Tim DelVeloper menghadirkan karya bernma NELAYAN. NELAYAN merupakan aplikasi berbasis website yang dibangun untuk membantu masyarakat pesisir khususnya nelayan dalam meningkatkan perekonomian secara menjajakan hasil tangkapan lautnya ke dalam aplikasi dengan sangat mudah dan tepat.

Tim Dronehackers menghadirkan karya CAMAR Drone. CAMAR Drone terdiri dari camera NDVI dan Raspbery pi yang dipasang dalam drone. Camera NDVI bakal mengambil gambar yang akan diproses di Raspbery pi. Kemudian data akan dikirimkan ke Android Phone untuk memprediksi keberadaan ikan.

Tim Garamin membawa karya bernama Garamin. Garamin merupakan aplikasi e-koperasi petani garam yang bertujuan buat memudahkan petani garam pada melakukan transaksi, manajemen koperasi garam, dan juga jadi asisten dalam meningkatkan daya.

Tim Gaspol menghadirkan karya bernama IkanApa. IkanApa merupakan aplikasi terintegrasi yang bertujuan untuk mendaulat nelayan di Indonesia dapat dengan mudah mengenali macam ikan, melihat harga pasaran, berhubungan dengan konsumen dibanding produk perikanan tanpa melalui middleman yang terlalu panjang.

Tim ahli asal Bandung, GeolabX menghadirkan karya USV Sea Pemeriksaan Monitoring. USV (Unmanned Surface Vessel) sebagai kapal minus awak yang dapat dikendalikan dari jarak jauh secara manual ataupun auto penerbang bertenagakan baterai dan memiliki multifungsi.

Tim mahasiswa ITB, Kojor memper karya sistem aplikasi web dan aplikasi bernama Ekan untuk sarana jual kulak ikan. Nelayan dapat menjual hasil tangkapannya secara langsung ke sarana jual kulak yang disediakan bahkan minus ada jaringan internet melalui Ekan.

Awak mahasiswa Telkom University menyusun aplikasi NelayanKu. NelayanKu ialah suatu aplikasi berbasis web pasar perikanan yang menghubungkan nelayan dan UMKM saduran seafood di daerah pesisir dengan konsumen di tanah air.

Tim NSC Tech 1 membuat aplikasi Smart Fish Scale untuk memudahkan nelayan dan pelelangan dalam mengelola hasil tahanan ikan di mana nantinya pelelangan akan memberikan modal untuk para nelayan.