Site Overlay

Bawa Konten Kreator, Laptop Pemakan Helios 300 Hadir dengan Prosesor Intel Generasi 11

Jackpot hari ini Result HK 2020 – 2021.

JAKARTA – Sesudah sukses dengan proyek kreatif perdana #PredatorIndoPride yang membimbing seniman Darbotz, laptop Predator kembali hadir dengan terobosan dan inovasi terbaru untuk mendukung para content creator Indonesia. Kali ini, Predator bekerja sama dengan lupa satu desainer kustom lokal ternama “Never Too Lavish”.

Dalam proyek kreatif #PredatorIndoPride kedua tersebut, Never Too Lavish mempercayakan l aptop gaming Predator sebagai perangkat untuk menuangkan kreativitasnya dalam melahirkan karya. Sebagai sosok yang bergelut dalam bidang kreatif, Never Too Lavish tentu harus memiliki teknologi terbaik untuk menunjang hasil karya yang maksimal.

Salah utama dari jajaran produk Pemakan yang terlibat dalam order Predator x Never Too Lavish adalah laptop Predator Helios 300 dengan prosesor dari Intel dan surat grafis terbaru dari NVIDIA, yaitu GeForce RTX 3070.

Baca Juga:   Penuhi Hajat Gamer, Acer Nitro 5 Prosesor Intel Core Generasi ke-11 Seri H Formal Hadir di Indonesia

Dengan dibekali spesifikasi yang garang, bervariasi hambatan seperti laptop ngelag, proses rendering lama, laptop cepat panas, hingga nilai yang berat, mampu dilibas oleh Predator Helios 300. Memberikan kemudahan bagi awak kreatif Never Too Lavish untuk menghasilkan karya-karya terbaiknya.

Never Too Lavish merupakan sosok kreatif Indonesia dan dikenal sebagai content creator yang fokus pada modifikasi. Karya-karyanya mampu tertuang dalam beragam bentuk, mulai dari jaket, sepatu, tas, hingga mural pada dinding. Salah satu susunan yang paling dikenal merupakan jaket denim yang dimanfaatkan oleh Presiden Indonesia, Jokowi.

Baca Juga:     Rentetan Harga Laptop di Bawah 5 Juta, Apa Sekadar?

“Kolaborasi proyek kreatif laptop Predator dengan Never Too Lavish ini merupakan bukti vitalitas masyarakat sejak proyek pertama #PredatorIndoPride dimulai. Kreativitas sedang menjadi salah satu medan produktivitas bagi kita pada menjalani segala kegiatan sehari-hari, mulai dari menjadi streamer, content creator di industri gaming maupun non-gaming, ” ujar Fransisca Maya, Head of Marketing Acer Nusantara.

“Acer Indonesia dengan bangga kembali membimbing talenta luar biasa Nusantara yaitu Never Too Lavish untuk berkarya bersama kami. Kami berharap dapat terus bekerja sama dan menanggung content creator lainnya di dalam Predator Indo Pride berikutnya, ” tambahnya.

Founder sekaligus Lead Artist Never Too Lavish, Bernhard Suryaningrat atau yang lebih dikenal sebagai Abeng mengatakan, “Sebagai kreator, yang saya butuhkan adalah perangkat komputasi yang dapat memenuhi keinginan saya sehari-hari. Berbagai pekerjaan saya sangat terbantu secara bantuan dari perangkat laptop kuat dan canggih, mulai dari membuat konten, mendesain, mencari inspirasi, dan kejadian lainnya yang membuat kami harus menghabiskan waktu dengan lebih lama di ajaran laptop. ”

“Saya membutuhkan laptop yang andal dalam pemrosesan grafis, tidak ngelag, tidak segera panas, dan mudah dibawa-bawa, serta memiliki penyimpanan dengan luas seperti Predator Helios 300 yang sekarang kami gunakan. Melalui kolaborasi itu, saya berharap dapat menginsipirasi content creator lain buat tetap berkarya di mana pun dan kapan kendati. ”

Pemakan Helios 300 konfigurasi anyar ini merupakan laptop gaming yang mampu memberikan prestasi lebih baik dari sebelumnya, berkat kehadiran Intel® Core™ i7 Generasi ke-10 secara kecepatan clock 5. 0 GHz Turbo, 8 core, dan 16 threads. Didesain khusus untuk melahap berbagai tugas masa kini, mulai dari bermain game, editing, rendering sampai multitasking beraneka macam aplikasi berat.

Gamers dan para content creator akan dimanjakan dengan kombinasi prosesor Intel® Core™ i7 Generasi ke-10 buat kinerja premium, dipadukan secara GPU NVIDIA GeForce RTX 3070 untuk menghasilkan visual terbaik sebagai otak daripada pengolahan grafis. Melalui layar Full HD dengan panel Real IPS refresh rate 300Hz, penggunanya akan menikmati tampilan gambar dengan aliran yang mulus dan sunyi blur.

(amr)