Site Overlay

Benarkah Radiasi Sinyal Wi-Fi Mendatangkan Kanker? Ini Penjelasan Kominfo

Info seputar HK Hari Ini 2020 – 2021.

JAKARTA  – Baru-baru ini ada informasi yang menuturkan bahwa radiasi sinyal wi-fi bisa memicu kanker. Berputar pesan berantai di WhatsApp, yang menceritakan seorang budak bernisial ZRK terserang kanker darah akibat radiasi gawai, termasuk wi-fi.

Merespon hal tersebut, Kementerian Koneksi dan Informatika (Kominfo), menetapkan bahwa informasi tersebut tak benar.

Membaca Juga:   Mirip Radio, Begini Cara Kerja Koneksi Wi-Fi pada Perangkat Elektronik!

Kominfo menjelaskan, ponsel memang bekerja dengan sistem radiasi atau lebih tepatnya gelombang radio. Namun, belum ada penelitian yang menegaskan radio ponsel dapat menyebabkan kanker.

“Nyatanya, belum ada bukti sahih yang mengatakan hal tersebut, ” jelas Kominfo, dikutip dari akun Twitter resminya, Rabu (14/4/2021).

Baca Juga:   Menggunakan Wifi Gratis pada Area Publik, Pelajari Trik Ini Agar Aman!

Tahun 2014, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan tidak ada pengaruh kesehatan yang dirugikan kelanjutan penggunaan ponsel. Namun era WHO bekerja sama secara Agensi Internasional untuk Riset Kanker (IARC), mereka mengklarisikasi bahwa semua radiasi frekuensi radio (termasuk sinyal seluler) mempunyai kemungkinan karsinogenik [zat yang memicu kanker].

Bagian Kesehatan Amerika Serikat merilis sebuah laporan toksikologi [pemahaman mengenai pengaruh bahan kimia yang merugikan makhluk hidup] pada 2018 lalu tentang penemuannya hendak tikus dengan kanker pada jantungnya akibat terpapar radiasi frekuensi tingkat tinggi.

Mendengar pernyataan tersebut, seorang ilmuwan senior tampak kurang setuju. Ia mengatakan bahwa paparan yang dimanfaatkan dalam studi tidak mampu dibandingkan secara langsung secara paparan yang dialami pribadi, dikarenakan mereka berbeda.

“Gelombang radio dengan digunakan untuk jaringan hp adalah non-ionisasi yang mampu menyebabkan kerusakan sel. Orang-orang sangat khawatir apakah itu bisa meningkatkan risiko kanker, namun perlu diperhatikan bahwa belum ada bukti yang dapat dipercaya bahwa ponsel atau jaringan nirkabel sudah menyebabkan masalah bagi kita, ” kata David Robert Grimes, fisikawan dan peneliti kanker.

Terkait hal ini, WHO menyikapi bahwa dalam pemasangan jaringan seluler ini sudah memperoleh standar dari Badan Perlindugan Radiasi Non-Ionisasi (ICNIRP).

“Rentang frekuensi 5G telah dipertimbangkan secara mendalam oleh ICNIRP dengan golongan frekuensi jauh dibatas penumpil, sehingga tidak memiliki konsekuensi yang berpengaruh pada kesehatan, ” ujar WHO dilansir dari BBC News.

(amr)