Site Overlay

Langgar Hak Cipta Tayangan MOLA, Pengelola TV Kabel pada Riau dan Kaltim Ditetapkan Tersangka

Info seputar HK Hari Ini 2020 – 2021.

JAKARTA – Kementerian Hukum dan HAM (Menkumham) Republik Indonesia kesimpulannya menetapkan status tersangka kepada HE selaku pengelola satu diantara TV Kabel Lokal (Local Cable Operator) terbesar pada wilayah Kota Pekanbaru & Kota Dumai, Provinsi Riau dengan inisial HMV & DMJ.

Penetapan tersangka setelah sebelumnya dilakukan upaya hukum penyitaan dan penggeledahan di kantor operasional yang bersangkutan, aparat penegak hukum dari Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI).

Di tempat terpisah, Penyidik dari Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Dan Istimewa (Ditipideksus) Bareskrim Mabes Polri juga menetapkan status Tersangka terhadap Sdr. LB sebagai pengelola salah satu TV Kabel Lokal (Local Cable Operator) terbesar di wilayah Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur dengan inisial BKV.

Baca Selalu:   Pakar Telematika Nilai Kemenkumham Harus Perkuat Tim Lacak TV Gelap Pembajak Siaran  

Para manajer TV Kabel Lokal (Local Cable Operator) tersebut pada atas diduga telah melaksanakan tindak pidana Pelanggaran Hak Cipta atas tayangan MOLA Content & Channels, dengan dilakukan dengan cara menayangkan konten MOLA Content & Channels secara illegal & tanpa seijin/kerjasama dengan bagian Mola TV selaku pemegang Hak Cipta dan/atau Hak Terkait atas tayangan tersebut pada TV Kabel Lokal (Local Cable Operator) yang dikelolanya.

Menyuarakan Juga:   KPID Panggil Dua Perusahaan TV Kabel Diduga Langgar Benar Cipta di Riau 

Atas perbuatannya tersebut, para Tersangka kini diancam dengan ancaman kejahatan maksimal hingga 10 (sepuluh) tahun penjara dan kompensasi hingga Rp. 4. 000. 000. 000 (empat milyar rupiah) sesuai dengan ketentuan Pasal 118 jo. Pencetus 25 Undang-Undang No. 28 Tahun 2014 tentang Sah Cipta.

Uba Rialin, selaku Tim kuasa hukum MOLA TV menerangkan, upaya hukum terpaksa diambil karena sebelumnya pihak MOLA TV telah beritikad baik dengan mengumumkan perihal hak atas tayangan MOLA Content & Channels tersebut dalam beberapa surat kabar nasional dan melakukan sosialisasi mengikuti pendekatan persuasif kepada khalayak umum secara intensif ke beberapa kota termasuk Jakarta, Bandung, Surabaya, Semarang, Yogyakarta, Denpasar, Medan, Batam, Makassar dan Balikpapan, hingga memberikan peringatan tertulis kepada pihak-pihak yang diduga melakukan pengingkaran, namun upaya-upaya sebagaimana disebutkan diatas tetap tidak diindahkan.

Uba Rialin menjelaskan, “Langkah ini sebagai bukti kalau kita harus berjuang dengan tindakan jelas khususnya terkait kasus pengingkaran Hak Cipta atas acara yang dimiliki secara sah ini. Kami sangat menyayangkan kejadian ini karena kami sudah berusaha bersikap persuasif, dimana sebelum memulai cara hukum atas kasus sangkaan pelanggaran tertentu kami selalu melakukan pendekatan secara persuasif dan bahkan kami tetap membuka pintu untuk perbincangan dan kerjasama, namun barang apa daya usaha tersebut tak diindahkan dan pelanggaran lestari terjadi, sehingga kami tak memiliki pilihan lain selain melakukan proses hukum berasaskan dugaan pelanggaran tersebut. ” sambung Uba Rialin.

Terhadap seluruh tayangan MOLA Content & Channels melekat pula hak-hak ekonomi MOLA TV yang tak dapat dipergunakan tanpa kerjasama, izin ataupun persetujuan terekam dari MOLA TV. Jadi segala bentuk penayangan, publikasi atau kegiatan apapun terpaut tayangan MOLA Content & Channels di wilayah Negara Republik Indonesia melalui jalan apapun juga yang dilakukan tanpa ijin, persetujuan terekam dan/atau kerjasama dari MOLA TV di area komersil atau dengan tujuan komersil adalah pelanggaran hukum dengan memiliki konsekuensi hukum beserta dapat dikenakan sanksi pidana dan denda berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Aparat penegak adat secara intensif akan langsung melakukan investigasi dan menangani secara hukum termasuk hukuman pidana terhadap para terkira pelaku pelanggaran hak membentuk atas tayangan MOLA Content & Channels di Indonesia, termasuk terhadap para penyelenggara layanan illegal streaming/pembajak konten, penyelenggara kegiatan nonton menyerempakkan tanpa izin, pengedar dan/atau penyebar alat yang bisa menayangkan tayangan MOLA Content & Channels, pelaku endorsement di media sosial maupun pengguna/pembeli konten ilegal untuk tayangan MOLA Content & Channels.

(amr)