Site Overlay

Pengkaji Temukan Asam Amino Glisin dalam Atmosfer Venus

Tim peneliti kini meminta menemukan asam amino glisin pada atmosfer Venus. Kabarnya, ada kira-kira 500 asam amino yang diketahui. Namun, hanya 20 yang ada dalam kode genetik.

Dikutip iNews, glisin merupakan yang paling sederhana. Meskipun glisin dan asam amino lainnya bukanlah tanda biologis, mereka adalah kaum bahan penyusun kehidupan.

Faktanya, mereka adalah bahan penyusun protein. Mereka juga merupakan molekul organik pertama yang muncul di Dunia. Glisin penting untuk pengembangan protein dan senyawa biologis lainnya.

Para peneliti menggunakan Atacama Large Millimeter / submillimeter Array (ALMA) untuk mendeteksi glisin di atmosfer Venus dengan spektroskopi. Mereka menemukannya di garis lintang tengah, dekat ekuator. Di situlah sinyalnya terkuat, dan tidak ada yang terdeteksi di kutub.

Dikutip dibanding Science Alert, dalam makalah mereka, penulis menulis ‘Deteksi di suasana Venus mungkin menjadi salah kepala kunci untuk memahami mekanisme pendirian molekul prebiotik di atmosfer Venus. Atmosfer bagian atas Venus barangkali melalui metode biologis yang dekat sama seperti Bumi miliaran tahun yang lalu. ’

Kedua kalimat itu betul cocok. Mungkinkah ada semacam cara biologis yang terjadi di awan Venus? Ini “mungkin” menjadi lupa satu kunci, dan “mungkin akan” melalui hal yang sama dengan dilakukan Bumi.

Pada pertengahan September, tim pengkaji melaporkan menemukan fosfin di suasana atas Venus (Greaves et al, 2020). Seperti glisin, fosfin juga terdeteksi lebih kuat di rata-rata garis lintang.

Fosfin bisa menjadi tanda-tanda biologis dan ada di Bumi. Akan tetapi juga bisa dibuat secara kimiawi, meski itu membutuhkan energi dengan sangat besar. Ini telah terdeteksi di Jupiter dan Saturnus, dalam mana ada energi yang melimpah untuk produksinya. Tapi, Venus tak memiliki energi yang dibutuhkan buat membuatnya.

 

Baca juga: Kok saat Supermoon Bulan Tampak Membesar?